Wednesday, February 16, 2011

Apakah Kontroversi Bikin 'Arwah Goyang Karawang' Tambah Laku?

Perseteruan antarpemain --cakar-cakaran Jupe dan Depe-- sampai isu adanya protes dari kelompok masyarakat tertentu menghiasi film 'Arwah Goyang Karawang'. Apa hal-hal tersebut membuat film horor itu tambah laku?

Jawabannya, tidak! Itu dikatakan sendiri oleh produser 'Arwah Goyang Karawang' Shanker saat menggelar jumpa pers menganggapi adanya isu masyarakat Karawang memprotes film tersebut di Pizza Boutique, Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

"Dari awal sudah dipikirkan secara komersil. Tanpa ada kontroversi seharusnya memang laku. Dari cerita dan pemainnya, Jupe dan Depe kan sudah menjual. Hal-hal di luar itu bukan berarti kami diuntungkan," kata produser keturunan India itu.

Soal protes yang dilayangkan masyarakat Karawang, lanjut Shanker, seharusnya itu tidak terjadi jika mereka sudah menonton filmnya. Lagi pula, sebelum memproduksi film tersebut, Shanker dan sang sutradara, Helfi C Kardit sudah melakukan riset.

Risetnya seperti apa? "Di film kita mengambil background istilah sebuah tarian yang sangat populer. Makanya saya mendesain musik yang nggak terlalu berhubungan dengan Jaipong dan Karawangan ini sendiri," ujar Helfi yang bicara di sebelah Shanker.

Dalam film itu, tutur Helfi, Jupe dan Depe tidak sembarang menari Jaipong. Untuk berperan dengan benar, mereka berdua harus latihan terlebih dahulu. "Ada workshop Tari Jaipong. Jupe dilatih 7-8 kali pertemuan, " tutup Helfi.

No comments:

Post a Comment