Wednesday, February 16, 2011

Siapakah Esperanza Spalding?

Siapakah Esperanza Spalding? Pertanyaan itu masih menggema sampai tiga hari setelah nama tersebut muncul secara mengejutkan sebagai pemenang piala artis pendatang baru terbaik Grammy Awards. Mengejutkan, terutama bagi penggemar fanatik Justin Bieber.

Di situs mikro blongging Twitter, Spalding menjadi perbincangan ramai, dan bertengger di daftar trending topic hingga hari ini. Bagi penggemar Bieber, kemenangan Spalding merupakan "peristiwa ganjil" karena "tak seorang pun tahu siapa dia". Tapi, benarkah dia memang benar-benar "orang asing" di dunia musik?

Di kalangan pecinta musik jazz, nama Esperanza Spalding relatif sangat dikenal. Sosoknya pertama kali menjadi pusat perhatian di acara-acara musik Jazz di New York mulai 2005, dengan rambut kribo tebalnya yang nyentrik, dan alat musik yang dimainkannya, bass.

Segera, foto-fotonya yang berdiri di sisi alat musik betot setinggi tubuhnya beredar di majalah-majalah jazz, dan profilnya muncul di majalah bergengsi New Yorker. Ia disebut-sebut sebagai pembawa 'jazz populis", dengan lagu-lagu yang dinilai "hip" dan kontemporer. Vokalnya yang tinggi kontras dengan alat musik yang dipegangnya.

Lahir di Portland, Oregan, AS pada 18 Oktober 1984, Spalding belajar musik sejak usia dini, pertama kali lewat alat musik violin. Pada usia 20 tahun, ia sudah menjadi pengajar musik di Berklee College of Music. Dalam bermusik, ia menggabungkan berbagai unsur dari R&B, funk, be-bop dan berbagai gaya lainnya.

Spalding meraih piala Best New Artist di ajang Grammy ke-53 lewat album 'Chamber Music Society'. Sebenarnya, ini merupakan album ketiganya. Ia merilis album pertamanya pada 2006, berjudul 'Junjo', dan dua tahun kemudian kembali lewat album 'Esperanza'. Namun, ia memang baru benar-benar dikenal dan diperhitungkan ketika merilis 'Chamber Music Society' pada Agustus 2010.

Dianggap sebagai 'new comer' dan baru dinominasikan sebagai yang terbaik di ajang Grammy setelah album kesekian memang bukan hal baru. Sebelumnya, hal yang sama pernah terjadi pada No Doubt, band yang melambungkan nama Gwen Stefani. Merilis album sejak 1992, baru pada 1997 No Doubt diperhitungkan, dan mendapat penghargaan di Grammy.

Selain menyanyi dan main musik, Spalding juga memproduseri sendiri album 'Esperanza' (2008) yang merupakan debut internasional (2008). Album itu bertahan 70 pekan di tangga lagu jazz kontemporer Billboard, dan tergolong laris secara internasional dari seorang pendatang baru. Benar kata salah seorang penggemar Spalding ketika membalas sinisme penggemar Bieber, "Kalau kamu tidak tahu Esperanza Spanding, tidak lantas membuat dia menjadi bukan siapa-siapa."

No comments:

Post a Comment